Mirip Detoks, Alasan Bobot Berpotensi Turun Saat Puasa

            Bulan puasa bisa jadi saat yang tepat untuk memperbaiki pola makan yang berantakan selama ini sekaligus mengelola berat badan. Tapi, konon berpuasa di bulan suci ramadhan juga bis mendetoks atau melunturkan racun dan limbah yang ada di dalam tubuh, benarkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Rita Ramayulis, DCN, MKes menerangkan bahwa ketika orang tidak berpuasa, organ pencernaan seperti mulut, lambung, usus halus, pancreas, hati dan kantung empedu bekerja ekstra, mengigat rata-rata orang biasanya makan setiap 3 jam sekali. “namun ketika puasa selama 12-19 jam, 6 organ ini akan istirahat. Dia akan melakukan proses efisiensi, jadi penggunaan energynya lebih sedikit. mereka juga tidak perlu memproduksi eenzim atau hormone untuk memetabolisme makanan,” jelasnya

Difase inilah detoksifikasi berlangsung. Menurut dosen jurusan gizi Poltekes II Jakarta, ini karena prinsip dari detoksifikasi sendiri ada dua. Pertama tubuh mengeluarkan zat yang tidak di perlukan laagi secara maksima. Kedua, puasa mengistirahatkan keenam organ pencernaan utama tadi. “ kalau dia (organ) dibuat rileks sejenak, dia akan jadi mampu memulihkan dirinya sendiri untuk bisa meningkatkan fungsinya ketika nantti di gunakan kembali. oleh karena itu, ketika kita selesai berpusa sebulan, organ inni seperti bari lagi,” urai Rita.

Akan tatapi rita menegaskan berpuasa secara otomatis akan membuat berat badan menjadi stabil karena ada fase penyessuaian dan istrirahat dari organ tadi. “kalau memang ingin menurunkan berat badan, maka harus di lakukan pembatasan dan ekstra memilih jenis asupan saat sahur maupun berbuka puasa,”sambungnya.

Hal ini diisepakati oleh ahli gizi Leona Victoria Djajadi, BSc, MND. Menurut seorang lulusan adari University of Sydney, Austria tersebut, istilah detoksifikasi melalui cara diet apapun sebenarnya menyesatkan karena tidak terbuktu dan tubuh sejatinya melakukan detoks setiap hari, utamnya melalui penyaringan racun dan zat berbahaya di hati dan juga ginjal. “ hanya saja biasanya saat melakukan ‘diet detox’ ini, kita secara sadar mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi makanan yang tiak natural, seperti makanan kaleng, minuman komersial, berbagai jenis kue, gorengan dst, sehingga ya tentu saja tubuh akan menjadi lebih sehat dan juga lebih segar. Ditambah lagi biasanya saat ‘detox’ juga orang melakukan aktifitas fisik yang di anjurkan seperti halnya melakukan yoga, jogging dan hal lainnya,” paparnya.

Baginya puasa belum tentu menjadikan kondisi fisik seseorang menjadi makin sehat jika asupan dan juga aktivirasnya tidak seimbang. Lagipula bila terjadi pengurngan lapisan lemak saat puasa, Leona mengatakan banyaknya tidaklah signifikan karena kebanyakan yang hilang hanyalah berat air. “yang terpenting saat puasa yang petama terbuang adalah simpanan cairan, sebab itu penting sekali untuk melakukan rehidrasi saat berbuka ataupun pada saat sahur,”sarannya.

Dr Titi Sekarindah MS, SpGK dari RS Pusat Pertamina Jakarta pun menambahkan ketika kita melakukan katifitas puasa, kita pun sebaiknya mengkonsumsi 8 gelas air untuk membuat tubuh tetap sehat dan juga bugar meskipun kita melakukan puasa. Selain itu, hal ini harus di lakukan untuk mencegah adanya dehidrasi dan lemas ketika meelakukan puasa. “ minum 5 helas air ketika kita sduah berbuka puasa hingga pada saat kita akan tidur malam. Setelah itu kita bisa meinum 3 gelas air sampai waktu imsak. Sehingga kita bisa mengkonsumsi 8 gelas air putihm termasuk juga dengan teh dan juga susu”. Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *