Dengan Atau Tanpa Jarum yang Steril, Junkies Tetap ‘Butuh’ Nyuntik

            Para junkies adalah kalangan yang rentan sekali terrkena HIV/AID. Sebab salah satu penularan dari HIV/AID ini adalah meelalui jarum suntik yang tidak steril yang di gunakan secara bergantian. Untuk itu perlu dilakukan pemutusan mata rantai penularan HIV/AID ini melalui jarum suntik. Karena itulah para junkies dianjurkan untuk beralih ke metadon sebagai upaya agar terlepas dari ketergantungan narkoba. Metadon ini merupakan sejenis obat sintetis opioid yang memiliki efek sama dengan epioid tapi tidak terlalu tinggi. Saat menggunakan metadon, para pasien akan tetap mendapatkan efek sebagaimana saat mengkonsumsi opoid. “tapi ketergantungannya akan diturunkan sesuai dengan respon tubuh, sehingga lama-kkelamaan junkies ini akan sembuh dari ketergantungan,”  terang sukarelawan di puskesmas menteng, bambang sutrisno.

Menurut dia saat metadon diberikan, pasien juga mendapat konsultasi dari apra ahli, terapinya pun berbeda-beda, antara 6 bulan hingga 2 tahun lamanya. Selama kurun waktu terapi, dosisi yang di berikan bisa dinaikkan maupun di turunkan,di sesuaikand dengan kondisi tubuh yang bersangkutan. Karena itulah waktu terapinya bervariasi. “saat mendapatkan terapu di puskesmas harus di damping oleh wali. Dulu saat dibeeri metadon, ada biaya Rp. 5.000 sampai Rp. 15.000, tapi sekarang sudah gratis,” sambung pria yang akrab disapa benkbenk ini. menurut dia, metadon ini hanyalah salah satu bentuk terapi bagi para pecandu narkoba suntik atau IDU (Injeksi Drug User). Sebab ada jalan terapi detoksifikasi melalu jalur keeagamaan dan konseling mental. Teapi apa yang akan di jalani dikembalikan kepada para junkies itu sendiri. “memang kalau junkies itu untuk metadon ada yang pasang badan, nggak mau pakai. Ya itu tergantung keinginannya, kita nggak bisa paksa. Ada yang memilih melalui detoks, obat lain, dan sebagainya,”sambungnya.

Saat menggkonsumsi metadon ini, para junkies akan merasakan efeknya sekitar 1 jam kemudian setelah di gunakan. Efek metadon dapat bertahan selama kurang dari 24 jam, bahkan bisa mencapai 36 jam. Bandungkan dengan efek putaw yang hanya 3-4 jam, sehingga setelahnya harus memakai lagi. “treatment sampai 2 tahun. Dosisinya ada 200, 80, nanti diatur atau dikurangi sehingga nggak lagi ketergantungan. Di puskesmas menteng ada sekitar 150 orang yang menjalani terapi metadon”. Tutur benkbenk.

Pemberian metadon ini untuk pasien adalah sebuah hal yang legal karena ada payung hukumnya yakni peraturan Menkes Nomor 494/Menkes/SK/VII/2006 tentang penetapan Rumah Sakit dan Satelit Uji Coba Pelayanan Terapu Rumatan Metadon serta Pedoman Program Terapi Rumah Sakit. Holmberg (1996) secara kasar telahh memperkirakan bahwa separuh dari infeksi HIV/IDS terdapat pada penggunaan jarum suntik. Secara global, sekitar 15,9 juta orang memakai narkoba suntik dan 3 juta di antaranya hidup dengan HIV. Data kementrian kesehatan. pada 2011 saja sudah terdapat sekitar 42,4 persen prevalensi HIVdari penggunaan jarus suntik. Angka ini semakin menutun dari tahun 2007 yang tercatat sebanyak 52,4 persen. Namun angka ini harus terus mendapat perhatian. Telah ada upaya besar untuk meningkatkan layanan dampak harm reduction di indonesia sejak 2006. Pendanaan untuk melaksanakan pencegahan HIV, pengobabatan dan perawatan sekarang tersedia untuk semua provinsi. Pemberian terapi metadon merupakan salah sati upaya untuk pengurangan dampak dari buruknya (harm reduction) HIV/AIDS yang di gelar oleh pemerintah. Pemberian jarum suntik yang masih steril pada para pencandu narkoba dengan cara suntik adalah bentuk kegiatan harm reduction lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *